Monday, 6 November 2017

Membaca Itu Membuka Wawasan dan Hati

11/06/2017 06:58:00 am 0 Comments
y

Setelah 10 hari membiasakan membaca, rasanya saya dan suami semakin menyukai kegiatan ini. Selain kami terlarut dalam fantasi masing-masing, membaca juga membuka wawasan, pikiran dan hati kami dalam memandang sesuatu. Apalagi dalam menghadapi masalah. Kami tidak bisa gegabah memutuskan sesuatu. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu.

Wah sepertunya agenda membaca ini harus dirutinkan dalam pola kegiatan mingguan kami.

Saturday, 4 November 2017

Sunday, 29 October 2017

Pekan Literasi Keluarga

10/29/2017 08:55:00 pm 0 Comments
Siapa yang tidak senang anggota keluarganya semakin rajin membaca dari hari ke hari? Gak ada ya? Aku sih seneng banget! Alhamdulillah padahal baru hari ke 4 tapi pak suami sudah semakin antng baca al-qur’an. Kalau waktu hari pertama harus dibebetot dulu, tadi pagi sudah sadar diri sendrii. langsung melipir dan duduk manis sambil anteng baca quran. Well, there many days to come. Semoga semnagatnya masih terus bertambah!

Update Hari Ke-5


Kemarin, saking sibuknya sampai pagi ini kami bangun kesiangan. Alhasil pak suami tidak sempat untuk membaca Al-qur’an seperti yang biasa beliau afendakan. Jadi untuk hari ke 5 ini tidak ada kegiatan membaca untuk pak suami. Saya masih membaca karena banyaknya waktu luang.



Friday, 27 October 2017

Reading for pleasure

10/27/2017 08:32:00 pm 0 Comments
Tantangan hari ke dua pekan literasi game level 5 kelas bunsay, baru hari kedua tapi sudah mulai kelihatan progressnya. Yaa meskipun masih harus ngos-ngosan ngingetin pak suami untuk baca tapi hari ini kuantitas membaca kami sedikit bertambah dibanding hari pertam. Menurut saya sih itu peningkatan, mengingat kami berdua sama-sama bekerja dan sulit menemukan waktu yang pas untuk membaca. Ternyata kalau dipaksa mah pasti bisa hihihi. Semangat!

Thursday, 21 September 2017

Namanya, Shafina

9/21/2017 04:47:00 am 0 Comments
Ada satu murid TK ku yang sangat-sangat pendiam ketika di dalam kelas. Bahkan untuk mengikuti apa yang diucapkan gurupun tidak pernah. Disaat anak-anak yang lain bersemangat untuk menjawab apa yang diperlihatkan oleh guru, muridku ini hanya diam bungkam. Hmm, ini apa anaknya yang kurang paham atau bagaimana.

Tapi, beberapa pertemuan setelah materi pertama diberikan, anak ini mulai terdengar suaranya dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Oh ternyata, dia tipe pemerhati.

Belajar Lewat Gambar

9/21/2017 04:44:00 am 0 Comments
Nah, dikelas berikutnya yang juga memiliki karakter yang cukup sama, saya berusaha untuk menerapkan gaya belajar yang sama. Niatnua adalah untuk mengecek apakah anak-anak tersebut memiliki gaya belajar yang sama ataubtidak.

Tema belajar yang diangkat hari ini adalah warna dan objek jamak. Pertama saya mengenalkan beberapa objek dalam bahasa inggris terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengen warnanya. Setelah itu diulang lagi dengan menyebutkan objek dan warna dengan bersamaan. Misal Three yellow books. Pada tahap ini, beberapa anak tampaknkesulitan untuk mengikutibalur belajarnya.
Kemudian, saya menyiapkan kertas kosong danbmendikte benda beserta warna. Anak-anak harus menggambar benda tersebut dan mewarnainya langsung. Dan hasilnya, seru! 

Belajar Sambil Menggambar

9/21/2017 04:39:00 am 0 Comments
Kelas yang saya ajar kali ini anaknya sangat-sangat pendiam. Bahkan untuk bermain gamepun suaranya hanya satu dua yang kedengeran.  Menantang memang. Saya harus putar otak agar suasana belajar terasa menyenangkan dan tidak jenuh. Padahal, level mereka sudah cukup jauh diatas. Tapi saya masih kesulitan menemukan cara agar kelas ini jadi ramai suasananya.

Hari ini topiknya adalah binatang.

Sudah banyak gaya belajar yang saya terapkan sebelumnya, kebanyakan melalu TPR tapi itu juga tidak selamanya berhasil. Akhirnya, saya coba aktifitas baru yang kebanyakan anak-anak menyukainya. Menggambar.

Jadi, saya menyebutkan ciri-ciri binatang kemudian anak-anak harus menebak binatang apa itu dengan menggambarnya terlebih dahulu. Ternyata kebanyakan muridku yang pendiam itu memiliki gaya belajar visual-auditori. Ah, rasanya mengajar mereka tidak pernah semenyenangkan ini.

Wednesday, 13 September 2017

Untitled

9/13/2017 08:41:00 pm 0 Comments
Hari ini tidak ada progress perkembangan anak didik, karena hari ini mati lampu sehingga kelaspun dinliburkan. Padahal, saya sudah menyiapkan berbagai aktifitas untuk menyambut kreatifitas anak didik saya. 

Tuesday, 12 September 2017

They Just Love To Play

9/12/2017 09:16:00 pm 0 Comments
Sore  ini, saya menemukan tantangan baru bagi kelas yang saya ajar. Murid saya di kelas sore ini amat sangat pendiam. Padahal, level skill mereka sudah mencapai level menengah namun belum menunjukan perkembangan yang signifikan. 

Menulis, repot. Membaca, kesulitan. Apalagi berbicara. Lama saya cermati apa yang jadi kelemahan dan kekuatan kelas ini. Setelah 4 level saya lalui barulah saya paham kalau anak-anak ini memang sebenarnya tidak terlalu berbakat dalam urusan bahasa. Hanya satu atau dua anak saja yang menonjol sehingga yang lainnya tampak timpang.

Berpikir keras, saya harus putar otak mengenai kegiatan pembelajaran yang cocok untuk mereka. Termyata jawabannya simpel, mereka senang bermain.

Monday, 11 September 2017

Belajar Sambil Bernyanyai

9/11/2017 08:40:00 pm 0 Comments

Tantangan mengajar kelas hari ini adalah memiliki anak-anak yang super aktif dan senang tampil. Beberapa kali saya menyaksikan anak-anak yang asik bergerumul sambil bernyanyi-nyanyi. Alhasil, materi yang disampaikan pun terbatas karena waktu lebih banyak dihabiskan untuk mengkondisikan anak-anak.

Sore ini, materi yang diberikan adalah tentang angka. Hmmm harus putat otaknsupaya anak-anak paham dan ingat tentang angka dalam bahasa Inggris. Aha! Saya bikin lagu saja.

Sore ini pelajaran terasa menyenangkan karena anak-anak senang sekali mengaitkan pelajaran dengan lagu.

Sunday, 10 September 2017

Gaya Belajar Anak Bagian 1

9/10/2017 06:03:00 pm 0 Comments
Ada satu anak dari kelas hari Sabtu ku yang menarik perhatian. Anak ini dapat dengan mudah menyelesaikan tugas-tugas namun selalu mengulangi kesalahan yang sama padalah sudah diberikan stimulus berulang-ulang. Selama satu jam pelajaran saya perhatikan perkembangannya, dah Aha! Ternyata anak itu tidak bisa diam. 

Ketika saya menjelaskan materi, anak yang lain dapat duduk dengan tenang dan mengikuti. Namun, anak ini tidak. Pantatnya tidak bisa diam, terus saja dia bergeser kesana-kesini. Pantas saja ketika saya menjelaskN pokok materi, dia selalu salah memahami. 

Hari ini materinya tentang There is/are. Saya coba menerapkan hipotesa saya yaitu menerangkan di papan tulis sementar anak-anak duduk mendengarkan. Ketika tiba pada tahap pengulangan, anak yang menjadi perharian saya itu memang masih kurang memahami konsep yang diberikan. Tibalah pada tahap games. Saya memadukan game dengan TPR(Total Physical Responses) dimana anak akan banyak bergerak selagi belajar. Daaaan hasilnya, si anak ini dapat memahami materi dengan baik.

Saturday, 9 September 2017

Ternyata mereka itu..

9/09/2017 12:31:00 pm 0 Comments
Dihari ke tiga ini, saya mulai menggencarkan aksi memahami cara belajar anak didik saya. kebetulan siang ini saya memiliki satu kelas SD dengan rentang usia antara 6-8 tahun. Murid-murid di kelas saya siang ini terbilang cukup aktif dan dapat menyerap pelajaran dengan cukup baik. Meskipun begitu masih ada beberapa siswa yang kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

Dan, perhatian saya lebih ditujukan kepada anak-anak yang kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

Saya memahami bahwa kegiatan pembelajaran yang saya buat lebih banyak kepada tipe pembelajaran visual, karena paham saya anak-anak usia dini lebih tertarik pada gambar daripada tulisan. Meskipun tipe belajar ini cukup berhasil pada beberapa anak, namun dua murid saya ini masih kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

Friday, 8 September 2017

Aku Visual, Kamu? Part 2

9/08/2017 08:38:00 am 0 Comments
Setelah merenungi kelas mana saja yang akan saya jadikan sampel eksperimen, akhirnya saya memutuskan untuk mempraktekan pemahaman gaya belajar anak pada kelas SD saja. Karena saya hanya memiliki sedikit kelas SMP dan lebih banyak kelas SD.

Tantangan hari kedua ini saya mulai melakukan rekap administrasi perkembangan anak dari kelas-kelas yang saya pilih. Untungnya dalam setiap kelas hanya berisi 5-10 siswa, jadi saya tidak terlalu kerepotan dalam mengelola administrasinya.

Aku visual, kamu?

9/08/2017 08:35:00 am 0 Comments
Sebagai guru, yang juga orang tua murid di sekolah, sudah sangat wajib baginya untuk memahami gaya belajar anak didik. Agar materi yang disampaikan dapat mencapai target pembelajaran.

Sayapun berprofesi sebagai guru. Meskipun belum diamanahi anak kandung, tapi anak didik saya di tempat belajar merupakan amanah yang harus dijaga. Namun, tantangan memahami gaya belajar anak didik yang saya alami mungkin cukup berbeda. Karena saya bukan mengajar sekolah formal melaikan sekolah non formal. Dalam sehari kelas yang saya miliki bisa berbeda rentang usianya. Bisa dalam satu hari saya mengajar anak Tk sampai dewasa. Dan tantangan memahaminya pun pasti cukup sulit, mengingat pola pertemuan kelas yang hanya 2 kali dalam seminggu.

Untuk tantangan hari pertama ini, saya memutuskan untuk memilih kelas mana saja yang akan saya jadikan sampel eksperimen. Dari berbagai macam kelas yang saya miliki, setidaknya saya harus memiliki waktu untuk menyeleksinya.

Saturday, 19 August 2017

Proyek Peduli Adik

8/19/2017 08:34:00 pm 0 Comments
Ternyata ditengah jalan mengerjakan family proyek ini ada saja hal yang membuat kami merubah ide ditengah jalan. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, kami sempat menemui jalan buntu mengenai family proyek yang akan kami lakukan. Karena kami baru hidup berdua dan belum memiliki keturunan. Rasanya impossible untuk memebuhi tugas ini.

Setelah memutar otak dan diskusi panjang dengan pak suami, pilihan kami jatuh pada proyek-proyek sederhana.

Dan salah satunya adalah proyek peduli adik kami yang sedang sakit.

Ibu mertua saya menghubungi beberapa hari lalu bahwa adik kami sedang sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Tanpa ba bi bu, berangkatlah saya dan pak suami ke rumah sakit. Ternyata adik kami telah lebib dulu dibawa ke rs oleh ibu kami. Dan berbagi tugaslah saya dan pak suami dalam mengantar, mengambil obat dan membeli makan untuk adik dan ibu.

Dua hari proyek ini kami laksanakan. Saya dan pak suami berbagi tugas siapa menjaga siapa. Kebanyakannya tugas saya adalah menjaga rumah dan pak suami yang lebih sering merawat adiknya sepulang kerja. 

Bersama lebih indah: Mendekor kamar

8/19/2017 08:29:00 pm 0 Comments
Wah ini sih proyek yang saya tunggu dari dulu dan akhirnya terealisasi. Siapa sih yang gak suka mendekor kamarnya? Apalagi pasangan pengantin baru ya kan?

Nah, kali ini saya dan pak suami berencana untuk mendekor kamar kami. Karena kami menempati rumah orang tua tentunya agak sukar ya membuatnya menjadi nyaman ditinggali. 

Dan dari awal menikah saya sudah memikirikan akan mendekor kamar kami seperti apa dengan ruang geser terbatas dan dana yang juga terbatas.

Pilihan kami adalah dengan mengecat ulang warna dasar kamar kami dan memindahkan posisi beberapa perabotan. Selain itu kami juga menambah beberapa ornamen seperti lampu tumblr dan dekorasi dinding.Hasilnya? Taraaaam





Mari kita sikat WC

8/19/2017 08:24:00 pm 0 Comments
Berhubung hari ini hari libur, saya dan pak suami setelah berolahraga memutuskan untuk menyikat wc bersama. Ya, karena kami berdu sibuk bekerja jadinya kegiatan menyikat wc agak sedikit terbengkalai. Dan berhubung wc kami menyatu dengan tempat cuci baju, akhirnya kami sepakat untuk membagi tugas dalam proyek membersihkan wc.

Saya bertugas untuk menuangkan cairan pembersih ke wc, pak suami kemudian bertugas menyikat bagian dalam wc. Setelahnya saya yang bertugas untuk menyikat tempat cuci baju.

Kamipun menghabiskan kurang lebih 45 menit untuk membersihkan kedua tempat tersebut bersama-sama.

Bersama membasmi tikus

8/19/2017 08:21:00 pm 0 Comments
Sebetulnya, proyek ini tidak masuk dalam rencaa proyek kami selama 10 hari ini. Karen awalnya memang kami ingin fokus untuk menjadikan diri kami lebih sehat dan bahagia. Tetapi, karena di rumah sedang krisis kebersihan jadilah hari ini kami dedikasikan untuk membasmi tikus di rumah.

Awal mula ceritanya terjadi ketika saya sedang sholat subuh tiba-tiba ada tikus loncat ke pangkuan saya. Kebayang kan segimana ngerinya saya saat itu? Dari sana, saya mengadu pada pak suami dan kamipun memberanikan dirj untuk mebasmi tikus sampai ke sarangnya.

Saya yang sangat jijik tikus, bertugas untuk memasang jerat tikus sementara pak suami mencari sarangnya si tikus. Dan ketemu! Ternyata selama ini si tikus bersarang di kasur bekas di kamar tempat saya biasa solat. Hiyyy

Setelah menemukan sarangnya pak suami dan saya (yang meskipun geli) memindahkan si kasur itu. Hyaaaaa geli asli!

Tapi sepertinya tak cukup sehari. Buktinya tikusnya masih sering wara-wiri.

Bersama lebih indah: Menjadi lebih sehat

8/19/2017 08:17:00 pm 0 Comments
Saya dan pak suami sudah lama mendambakan keturunan. Meskipun usia pernikahan kami baru menginjak satu tahun, tapi telinga kami cuku panas mendapati pertanyaan orang-orang mengenai keturunan.

Ternyata setelah kami cek, memang ada masalah dalam tubuh kami berdua. Dan, kamipun sempat terpuruk. Akhirnya kami menyusun proyek akbar kami yaitu untuk menjadi lebih sehat dan lebih dekat dengan sang khalik. 

Hari ini kami mulai dengan berolahraga dan mengurangi konsumsi makanan cepat saji, berlemak, bakso dan micin. 

Hmmm karena ini proyek besar semoga kami bisa konsisten dan bersabar.

Sunday, 13 August 2017

Bersama Lebih Indah: Mari masak

8/13/2017 07:16:00 pm 0 Comments


Hari ini, proyek yang saya dan pak suami lakukan adalah proyek sederhana. Masak bersama. 

Karena kami berdua masih dalam masa recovery setelah sakit yang melanda beberapa hari ini, jadilah saya dan pak suami membuat kegiatan masak makan siang sebagai proyek sederhana kami.

Agar proyeknya sedikit menantang dan asyik, saya minta ide pada pak suami masakan apa yang harus kami masak pada proyek sederhana ini. Pak suami kemudian muncul dengan ide masak Nasi TO alias Tutug Oncom. Karena memang masakan ini yang belum pernah saya masak selama menjadi istri beliau. Dan saya merasa tertantang akhirnya kamipun memulai proyek sederhana kami yaitu memasak nasi TO.

Proyek pun dimulai dengan mencari bahan di warung. Biar terasa kebersamaannya, saya bersama pak suami sama-sama pergi ke warung. Hahahaha. Tak apalah, biar romantis. Setelah bahan yang dicari kumplit, kembalilah kami ke dapur dan mulai memasak.

Pak suami kebagian mencuci sayur dan memasak nasi, saya kebagian mengulek bumbu dan mengeksekusi TO. Karena pak suami orang sunda asli, maka tugas eksekusi rasa sudah pasti tugas pak suami.

Asyik juga ternyata masak bersama pak suami. Biasanya saya sendiri yang pak pik puk masak di dapur buat beliau. Pak suami juga baik sekali tanpa disuruh sudah paham harus melakukan apa saja. Dan nasi TO proyek sederhana kami hari ini, terasa lezat sekali karena dibumbui oleh cinta.

Saturday, 12 August 2017

Bersama lebih indah: Bebersih Kolam

8/12/2017 06:15:00 pm 0 Comments


Yeaaaay, weekend pun tiba! Saatnya proyek beberes rumah kami naikan levelnya ke level yang lebih sukar. Kalau untuk bebersih rumah dasar (nyapu, ngepel, lap-lap furniture) sudah jadi agenda rutin mingguan kami. Dan kamipun sudah berbagi tanggung jawab untuk kegiatan ini. Maka, proyek beberes kali ini beralih misi yaitu bebersih kolam ikan. 

Yep.
Saya sudah bayangkan kalau kegiatan ini pasti bakalan seru banget karena saya orangnya gelian dan pak suami orangnya gemesan. Hahahaha. Membayangkannya saja saya udah geli sendiri.

Malam sebelumnya, saya dan pak suami berdiskusi mengenai tugas kami untuk bebersih kolam hari ini. Awalnya pak suami menawarkan agar saya yang kebagian mindah-mindahin ikan. Saya awalnya menolak karena dalam pikiran saya, saya harus mindahin ikannya pakai tangan! Noooo!!! Tapi kemudian suami tertawa dan bilang bahwa saya pasti lupa kalau kami punya jaring ikan. Yasudahlah saya setuju dengan catatan pak suami juga ikut membantu heheh. Setelah sepakat dengan job desc kami masing-masing, hari yang ditunggu pun datang juga.

Pagi-pagi, sebelum ritual bebersih rumah di lakukan, kami sudah siap-siap di depan kolam ikan untuk membersihkan si kolam. Satu-persatu ikan kami jaring dan dipindahlan ke ember, meskipun pakai jaring saya masih geli sendiri melihatnya hiyyyy! Kemudian, air kolam kami kuras bersama-sama. Pak suami masuk ke dalam kolam saya kuras dari luar saja.

Setelahnya, bersama pak suami kami menggosok kolam ikan. Wow, ternyata kotor juga ya! Setelah selesai, kami isi kembali air kolam dan memasukan kembali ikan-ikan. Ternyata, tidak sulit ya. Hanya karena kelihatannya ribet jadi tugas membersihkan kolam ini selalu dibebankan kepada tukang. Hahaha, ternyata asik juga.

Friday, 11 August 2017

Bersama Lebih Indah Bagian 2

8/11/2017 08:58:00 am 0 Comments


Hari kedua family project kami, seneng sih tapi sempet bingung juga karena kondisi saya dan pak suami dua-duanya sedang tidak fit. Padahal sudah ada rencana besar family project kami selama weekend ini akan ngapain aja. Cuma sepertinya badan tidak mengijinkan, jadilah saya putar otak harus mengerjakan apa yang bisa dikerjakan cepat dan bersama-sama.

Perhatian saya bertumpu pada tumpukan foto prewed dan nikah kami yang masih bertumpuk disudut ruangan. Wah, sepertinya projek beberes dan dekor rumah bisa dimulai dari sekarang. Mengingat kondisi saya dan pak suami yang sedang udzur akhirnya saya dan pak suami sepakat bahwa proyek kami hari ini hanyalah menyusun foto-foto kami di dinding rumah agar terlihat cantik dan aesthetic.

Yang kami lakukan pertama adalah mesortir foto dengan tema yang sama. Kemudian kami atur susunannya agar terlihat aesthetic, kami susun terlebih dahulu diatas lantai. Selanjutnya, berhubung kami pasangan baru dan belum punya bekal perkakas ini itu, pak suamipun bertugas membeli palu dan paku ke toko bangunan di sebrang perum. Daan, sebelum jumatan selesailah proyek kecil sederhana kami ini.

Meskipun belum bisa melakukan proyek besar dan panjang, tapi melakukan suatu hal bersama-sama suami itu ternyata memang lebih indah ya. 

Thursday, 10 August 2017

Bersama lebih indah: Family Project Bunda Sayang

8/10/2017 10:31:00 am 0 Comments
Kalau diminta mikirin family project apa yang cocok buat pasangan baru menikah dan masih berdua, hmmm kayaknya banyak ya! Ketika pertama kali membaca tantangan di level 3 ini, saya sempet bingung lah wong cuma berdua. Tapi ternyata bisa juga kok dilakukan berdua saja dengan pak suami. 

Nah, ditantangan hari pertama ini, karena kami juga sibuk bekerja dua-duanya, jadi family project kami mulai dari hal yang kecil dan sederhana tapi tidak memakan banyak waktu. Yaitu: Pasang Umbul-Umbul dan Bendera 17an. 

Yeeep, projek yang membutuhkan kerjasama dan komunikasi yang baik antara suami dan istri. Tugas saya adalah membeli bendera dan umbul-umbul, tugas pak suami adalah memasang keduanya di halaman rumah kami. Dengan ditemani saya sebagai mandornya tentunya. Dan projek ini merupakan kali pertama kami lakukan seumur hidup. Yesss!! Makanya saya rasa projek ini harus dimasukan dan bermanfaat.

Thursday, 3 August 2017

Belajar Mandiri Bagian 2

8/03/2017 02:09:00 pm 0 Comments
Kalau 5 hari kemarin giliran saya yang harus berlatih mandiri agar tidak tidur dengan diusapin pak suami. Nah, 5 hari sekarang giliran pak suami yang belajar mandiri simpan handuk sendiri. Hal kecil tapi lama-lama bikin mata ini jengah juga. 

Jadi, pak suami itu tiap habis mandi, handuknya gak pernah di jemur rapi. Dia biarkan aja menggantung diatas jemuran handuk. hasilnya, handuknya susah kering dan handuk lain juga ikutan gak kering-kering. Belum lagi kalau mau ambil atau simpan handuk, saya harus rapikan dulu handuk beliau.

Kemudian saya tantang pak suami, bisa gak dia mandiri merapikan handuknya tanpa aku bantu rapikan. Dia bilang, ayo siapa takut.

HARI PERTAMA

Saya sudah siap-siap nih, kira-kira pak suami lupa gak ya. Saya sudah stand by nungguin pak suami selesai mandi dan pengen liat reaksinya melakukan tantangan hari pertama. Ternyataaaaa doi masih nyimpan handuknya sembarangan. Beuuuh, siap-siap saya omelin. tapi ah, tak tahan dulu. Tak ingatkan lagi kalau hari ini sudah mulai tantangannya.

HARI KEDUA

Saya sudah siap-siap lagi dan mulai gusar, apa pak suami luap atau ingat tantangannya. Semenit, dua menit, setia saya tunggui pak suami di depan kamar mandi. Begitu dia buka pintunya (mungkin juga karena saya nungguin ya hahaha) langsunglah pak suami nyeletuk, "eh iya, hampir lupa." Nah kaaaaan. Tapi meskipun begitu pak suami berhasil merapikan handuknya di tempat handuk horeee.

HARI KETIGA

Nah, hari ketiga ini agak tricky nih. Kebetulan tadi pagi saya tidak sempat memperhatikan pak suami apakah menrapikan handuknya sendiri apa tidak karena saya berangkat lebih pagi dari beliau. Namun, dijalan pulang saya waspada, kalau pak suami yang sampai lebih dulu di rumah bisa saja handuknya sudah dia rapikan duluan. tapi kalau saya yang lebih dulu sampai di rumah apakah handuknya sudah rapi?????
Dan sampailah saya d rumah, pak suami ternyata sudah tiba di rumah. Saya intip sejenak handuknya daaaaan ternyata rapi. Duh terharuuu. Ya meskipun mungkin pak suami rapikan pas saya akan sampai rumah tapi seenggaknya itu handuk rapi deh.

HARI KEEMPAT

Hari ini hujan lumayan lebat, hasilnya kami berdua malas mandi. Sudah tarik-tarikan siapa yg mandi duluan akhirnya saya duluan yang mandi. Karena hujan, suhu udara jadi dingin. Gak sanggup saya lama-lama handukan. Begitu pakai baju langsung saya lempar aja handuknya. Ternyata hari ini malah saya yang lalai. Pak suami protes. Handuk dia malah rapi tapi handuk saya berantakan hahaha.

HARI KELIMA

Sampailah di hari ke lima. Pak suami girangnya bukan main, katanya gak usah jadi kayak narapidana tiap selesai mandi karena ditungguin sama saya. haha. Tapi yang saya lihat pak suami mulai tumbuh kesadarnnya untuk merapikan handuknya sendiri setelah mandi. Ya meskipun singkat, tapi latihan mandirinya ternyata ada manfaatnya ya.

Friday, 14 July 2017

Jadi Istri Mandiri

7/14/2017 07:11:00 pm 0 Comments

Dulu, saya mengukur diri saya sebagai pribadi yang cukup mandiri. Setidaknya saya dapat melakukan hal-hal yang berbau pribadi secara mandiri. Mungkin karena saya sudah dituntut untuk mandiri sedari kecil, sehingga rasanya asing jika saya tidak melakukan segala hal dengan sendiri.

Namun ternyata, ada bagian besar diri saya yang terkubur akibat sikap dituntut mandiri dari kecil ini. Saya ternyata sangat manja. Awalnya saya tidak menyadari bahwa bagian diri ini terkubur sekian lama dan siap meledak suatu waktu. Namun, setelah menikah sifat manja itu secara agresif muncul pada diri saya. Meskipun sebagian besar diri saya masih terukur mandiri, namun tidak bisa dipungkiri bahwa saya sangat manja pada suami saya. Salah satunya yang berubah dan menjadi kebiasaan adalah saya tidak bisa tidur jika pak suami tidak mengusap-usap punggung saya.

Yep. Hal sepele tapi dampaknya besar. Saya akui kalau kebiasaan baru ini sudah menyatu menjadi kebiasaan. Hasilnya, saya memang tidak bisa tidur tanpa diusap-usap punggungnya oleh pak suami. Sering kali ketika pak suami tugas keluar kota, saya menemukan diri saya terbangun tiap tengah malam. Malah pernah saya tidak bisa tidur sama sekali karena tidak ada pak suami yang mengusap-usap punggung saya. 

Karena hal ini dirasa cukup menganggu maka pak suami dan saya sepakat untuk melatih saya agar kembali mandiri untuk urusan tidur di malam hari. 

Aaaaaad here goes the challenge....

HARI PERTAMA

Hari pertama setelah memutuskan untuk memulai tantangan ini, pak suami langsung terlelap tidur di samping saya. Mungkin pak suami kesenangan karena tidak harus menghabiskan malamnya mengusap-usap punggung saya sampai saya tertidur barulah beliau tidur. Ketika pak suami sudah lelap dalam tidurnya, saya ternyata masih terjaga dan berusaha untuk tidur. Meskipun agak sulit, saya pun tertidur. Namun saya ingat terbangun beberapa kali ditengah malam. 
Bisa dikatakan pada malam pertama ini saya masih kesulitan untuk tidur mandiri tanpa diusap-usap oleh suami.

HARI KEDUA

Ternyata rasanya luaaaarrr biasa menyiksa ya mencoba tidur mandiri tanpa diusap-usap oleh pak suami. Beberapa kali saya terbangun tengah malam meskipun tidak sesering malam pertama sih. Tapi seenggaknya saya berhasil tidur meskipun itu sulit sekali.

HARI KETIGA

Hari ketiga ini saya pikir saya sudah cukup mandiri untuk tidur tanpa usapan dari pak suami. Entah memang faktor kelelahan sehingga saya tidurnya ya lelap-lelap saja. Pak suami tentu sangat bahagia karena jatah tidurnya jadi lebih panjang tanpa harus menunggu saya tertidur dahulu baru dia tertidur. Hmmm, kita lihat dihari besok apa saya masih bisa konsisten tidak ya.

HARI KEEMPAT

Huaaaaaa, hari ini sungguh amat sangat melelahkaaan! Lelah hati dan pikiran. Rasanyaaaa belaian pak suami itu sesuatu yang bener-bener paling dibutuhkan agar bisa tidur terlelap. Tapi ah aku harus mandiri. Meskipun usapan pak suami itu tempting sekali, aku menguatkan hati kalau tanpa diusapun aku bisa tidur. Hamadallah bisa tertidur dengan membayangkan hal-hal indah dan menyenangkan.

HARI KELIMA

Yeay! malam ini aku bisa tidur tanpa usapan pak suami. 5 hari kutargetkan untuk bisa tidur tanpa diusap-usap pak suami alhamdulillah malam ini bener-bener bisa tidur nyenyak tanpa diusap pak suami. Hmmm masih ada beberapa hari tersisa, saatnya untuk melanjutkan ke tantangan kemandirian lainnya.

Sunday, 11 June 2017

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif #Day10

6/11/2017 11:39:00 am 0 Comments
Subuh tadi setelah sahur, saya menanyakan pada pak suami jam berapa kami akan kembali ke rumah. Karena hari ini hari minggu jadi saya ingin berada di rumah dan membersihkan rumah. Pak suami bilang belum tahu. Saya lanjutkan kalau di rumah cucian dan setrikaan menumpuk sehingga lebih baik pulang agak pagian. Beliaupun mengiyakan. 

Namun, sayup saya mendengar dibalik kamar kami beliau mengatakan pada kedua mertua saya bahwa kami akan pulang siang hari setelah dzuhur. Bingunglah saya. Kesal dan kecewa. Rasanya kami sudah menyepakati apa yang akan kami lakukan hari ini namun pak suami ternyata banting stir sendiri. Akhirnya sayapun memilih diam saja sampai pagi ini. 

Saya: A, kita pulang pagi kan? *Masih pura-pura tidak mendengarkan percakapan beliau tadi subuh*
Suami: Hmmm paling jam 10-11an.
Saya: *Tarik nafas, berusaha gak emosi* Oh.
Suami: Kenapa?
Saya: Enggak, bisi aa lupa. Di rumah teh ada banyak cucian sama setrikaan. Kalau besok gak mungkin aku kerjain soalnya aku kelasnya dari pagi sampai sore. Sorenya kan masak lanjut tarawih. Kecuali kalau aa mau repot tiap kerja nyetrika baju sih.
Suami: *diam*
Saya: *Ikutan diam* 
Suami: *Masih diam*
Saya: Kan kita udah sepakat tadi mau pulang agak pagi......
Suami: Yaudah, tapi bantuin mama beberes disini dulu ya. 
Saya: Ok!

Dan, berakhrilah drama beberes pagi ini.

 

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif #Day9

6/11/2017 11:39:00 am 0 Comments
Dihari ke 8 ini saya simpulkan kalau komunikasi produktif yang saya latihkan agak gagal dibanding hari-hari sebelumnya. Penyebabnya adalah suasana hati saya yang agak sedikit kacau seharian ini. Entah mengapa bawaannya itu sensitif sekali. Sedikit-sedikit gampang tersinggung. 

Malam ini, kami masih menginap di rumah mertua. Selepas buka puasa bersama saya mengajak pak suami untuk makan mpek-mpek. Kemudian berangkatlah kami menuju lokasi. Namun, karena suasana hati saya yang sedang kacau saya lupa mengutarakan maksud saya sebenarnua untuk makan mpek-mpek. Maksud saya adalah agar kami keluar sejenak dari rumah karena saya benar-benar sedang dalam suasana hati yang kurang enak. Khawatirnya saya, mertua saya merasakan perubahan mood saya dan menanggapinya lain. Namun, ajakan saya untuk makan saja di tempat tukang mpek-mpeknya ditolak oleh pak suami. Dengan alasan beliau bahwa kami harus makan bersama-sama orang tua kami. Sakit hati sih. Tapi saya tarik nafas lagi dan berusaha untuk mengingatkan diri sendiri kalau cara komunikasi saya salah. Dan pak suami tidak tahu maksud saya. Saya nurut saja akhirnya. 

Sesampainya di rumah dan setelah selesai makan, pindahlah saya ke kamar tidur karena suasana hati semakin kacau. Pak suami yang melihat perubahan gelagat saya akhirnya mengikuti saya ke kamar tidur. 

Suami: Kenapa?
Saya: Gak tahu. Pening aja. 
Suami: Soal mpek-mpek ya?
Saya: ......
Suami: Kenapa bete gitu hey?
Saya: ......
Suami: Kan tahu kondisinya gimana? Iya aa tahu emosi kamu lagi labil akhir-akhir ini. Tapi bisa kan kita senang-senang dulu sebentar disini? Kasian orang tua aa, masak dijudesin sama menantunya?
Saya: Ya karena itu aku ngajakin makan diluar. Biar pas pulang kesini aku gak buad-baeud. 
Suami: Ooooh.....
Saya: Yaudah deh.
Suami: Ya maaf atuh. 
Saya: Iyaaaa

Tapi pak suami tetap selalu berhasil menghibur saya meskipun saya sempat dongkol karena ajakan makan diluarnya ditolak oleh beliau huhuhu

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif #Day8

6/11/2017 11:39:00 am 0 Comments
Hari ini agenda kami adalah pergi mengunjungi rumah mertua dan menginap di sana. Paginya saya berpesan pada pak suami bahwa sebelum berangkat mengajar saya akan masak terlebih dahulu, jadi ketika saya mengajar saya minta tolong untuk dilanjutkan menghangatkan makanan yang saya masak sehingga kami tinggal pergi berangkat menuju rumah ibu mertua. 

Saya : A, ini aku lagi masak bistik. Bentar lagi jadi. Nanti pas aa pulang tes tolong dihangatin sebentar, ya? Jadi tinggal berangkat kita. Terus pang gorengin kentangnya, ya? Jadi aku tinggal rebus sayurannya aja. Biar gak lama.
Suami: Ok.

Kata 'OK' dari pak suami itu saya artikan bahwa beliau sudah paham. Kemudian berangkatlah pak suami menuju tempat tes dan sayapun bersiap-siap untuk mengajar. 

Sepulangnya saya dari tempat mengajar ternyata pak suami sudah selesai menghangatkan bistik yang saya masak juga menggoreng kentang. Wah, ternyata pak suami paham dan tidak perlu bertanya lagi untuk melakukan apa yang saya pesankan tadi pagi. 

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif #Day7

6/11/2017 11:39:00 am 0 Comments
Hari ini agenda kami adalah pergi tarawih bersama. Setelah beberapa malam kami disibukan dengan agenda masing-masing yang mengakibatkan kami jarang untuk pergi tarwih bersama. Sebelum tarawih saya berpesan pada pak suami bahwa sepulang tarawih saya akan mampir dulu karena akan jajan dengan tetangga. Pak suamipun meng-iyakan. Kemudian kami pergi tarawih bersama.

Selepas tarawih saya bertemu lagi dengan pak suami di pintu masjid. Belum sempat saya mengingatkan agenda saya, pak suami sudah berbicara duluan,

Suami: Aa langsung ke rumah aja ya? Kamu kan mau jajan?
Saya : Eh, iya. Yaudah sok atuh hehehe.
Suami : Ada uangnya? Soalnya aa gak bawa uang.
Saya: Ada kok.
Suami: Yaudah, ditunggu di rumah ya.
Saya: Ya.....

Dan, kesimpulan saya dari kejadian kemarin ternyata benar. Komprod dengan suami lebih berhasil apabila terjadi secara lisan.

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif #Day 6

6/11/2017 11:38:00 am 0 Comments
Well, I've been away for too long. Susah memang untuk konsisten melaporkan setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan kami. Karena manajemen waktu yang masih berantakan, alhasil tertundalah sudah semua tugas yang harus disetorkan.

Dari awal akan melaksanakan tugas, saya sudah niatkan untuk berkomunikasi produktif yang Clear and Clarify dengan pak suami. Meskipun pada praktiknya masih tetap sulit untuk berkomunikasi produktif dengan beliau.

Hari ini jadwal mengajar saya tidak terlalu padat, dan sayapun bisa sebelum magrib tiba di rumah. Artinya sangat memungkinkan bagi saya untuk menyiapkan buka puasa di rumah. Sayapun mengabari pak suami bahwa saya akan masak dan menyiapkan menu untuk buka hari ini. Untuk senakin menyenangkan beliau saya tawari menu apa saja yang dia inginkan. Setelah sepakat, berangkatlah saya ke dapur dan siap-siap masak. 

Namun, ditengah agenda saya memasak pak suami mengabari kalau ibu mertua akan buka sendiri di rumah. Karena ayah mertua saya sedang ada acara di kantor walikota. Spontanlah pak suami mengajak kami untuk berbuka di rumah mertua. Saat itu saya sempat dongkol, karena saya rasa saya sudah memberitakan agenda yang akan kami lalui hari ini. Mungkin pak suami lupa atau mungkin ada maksud pak suami yang tidak tersampaikan dibalik berita itu. Dengan menarik nafas panjang sayapun mengulangi lagi agenda yang sudah kami sepakati bersama. Pak suami kemudian menawarkan lagi untuk membawa masakan saya ke rumah ibu mertua. Saya jelaskan lagi saja kalau waktunya tidak memungkinkan karena siang menuju sore saya harus mengajar, apabila saya bawa siang ini masakannya belum siap semua. Artinya saya harus melanjutkan masak di rumah ibu mertua, syukur-syukur kalau keburu sampai sebelum magrib. Belum lagi pertimbangan bumbu dan peralatan yang akan saya bawa nanti ketempat memasak. Juga pertimbangan saya mengendarai motor.

Setelah di jelaskan seperti itu, akhirnya pak suami paham dan mengajak ibu mertua untuk berbuka bersama di rumah kami. Dan sayapun dapat melanjutkan agenda memasak saya dengan tenang.

Yang saya pelajari dari kejadian hari ini adalah, ternyata meskipun sudah di komunikasikan dengan jelas namun tetap cara komunikasi yang terbaik adalah berkomunikasi dengan lisan. Sebelumnya saya hanya mengomunikasikan agenda kami hari ini melalu pesan singkat. Sehingga sepertinya pak suami tidak terlalu paham maksud pesan saya. Dan, yang perlu berlatih untuk berkomunikasi produktif rasanya bukan hanya si istri saja. Pak suami pasti perlu untuk belajar berkomunikasi produktif dengan istrinya.

Tuesday, 6 June 2017

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif #Day 5

6/06/2017 04:55:00 pm 0 Comments

Ternyata ada begitu banyak tantangan dalam berkomunikasi dengan pasangan. Meskipun kami sudah lama mengenal, tetap saja masih banyak hal-hal baru yang menjadi kejutan di tiap hari kehidupan rumah tangga kami. 

Suamiku, seperti yang aku jelaskan tempo hari, merupakan penganut "Never read code or what-so-ever". Alhasil, aku sering dongkol sendiri jika maksudku itu ditanggapi lain olehnya. Dan entah mengapa, setiap pembelaan yang dia berikan selalu terdengar benar ditelingaku - Ya mana aa tahu. Kamu kan gak bilang begitu - katanya. Makin dongkolah diriku ini.

Kesibukan kami masing-masing membuat kami hanya berkomunikasi lewat lini masa atau jaringan telepon. Sesampainya di rumah, kami terlalu asyik larut dalam dunia maya. Buruk memang. Dan itu yang berusaha kami selamatkan. Lewat latihan ini, saya dan suami merasa sangat terbantu sekali untuk menyelamatkan pola komunikasi kami. Karena kami menyadari, rasa lelah dan penat seharian bekerja bisa membuat komunikasi kami tidak lancar.

Hari ini hari ke 5 latihan komunikasi produktif kami. Hari ini juga saya sudah dengan percaya diri menyiapkan menu untuk buka puasa kami berdua di rumah. Ternyata, menjelang ashar beliau mengabari bahwa beliau harus ikut buka puasa dengan teman kantornya. Bisa dibayangkan kan perasaan saya waktu itu? Dongkol. Wah, tau begini mending gak masak sekalian. Duh bener-bener cobaan pas puasa. 

Saat pak suami memberi kabar, jelas saya merajuk. Tapi akhirnya meng-iyakan. Meskipun sudah terbayang masakan saya akan sisa, karena beliau sudah makan diluar. Tapi saya tidak bilang. Kemudian saya teringat, daripada saya manyun seharian sama beliau saya katakan saja yang sebenarnya. Dan alhamdulillah ternyata pak suami responya baik. 



Monday, 5 June 2017

10 Hari Tantangan Komunikasi Produktif #Day4

6/05/2017 10:22:00 am 0 Comments
Hari ke 4 tantangan komunikasi produktif nih. Waaaaah mulai bisa enjoy ya menerapkannya. Tapi tetap saja terkadang lupa untuk menerapkannya. Meskipun hari kemarin lumayan berhasil, hari ini sepertinya saya lupa lagi untuk bersabar dan konsisten kalau berkomunikasi dengan pak suami itu harus Clear and Clarify. 

Dan terjadilah perkara itu hari ini. Ceritanya hari ini kami harus packing karena akan kembali pulang ke tanah perantauan. Karena sayapun sedang sibuk, maka saya meminta tolong pak suami untuk membantu packing. Salahnya saya, karena sibuk saya lupa untuk menerapkan kaidah Clear and Clarify itu pada suami saya. Saya bilanglah seperti ini,

  "A, tolong bantuin packing barang ya ke tas. Soalnya kita langsung diantar ke stasiun sama bapak." 

Rasanya sudah benar dan sudah jelas perintah saya, tapi saya lupa menyampaikan maksud lain yaitu, tapi jangan dipacking semua ya. Sisain kerudung aku soalnya mau dipakai. Dan benarlah terjadi, suami saya mengerjakan sesuai instruksi tanpa menyisakan kerudung saya-yang memang tidak saya bilang untuk dipisahkan. Alhasil, saya bongkar kembali kerudungnya dan sayalah yang harus mempacking ulang :D 

 

Saturday, 3 June 2017

10 Hari Tantangan Komunikasi Produktif #Day3

6/03/2017 10:07:00 pm 0 Comments
 


Yeay! Sudah masuk hari ke 3 tantangan 10 hari produktifnya. Masih semangaaaaat XD

Hari ini bisa dibilang cukup berhasil melakukan komunikasi yang Clear and Clarify kepada pak suami. Yep, selain hari ini hari libur latihannya pun lebih sering dibanding hari sebelumnya karena kami sedang berada di luar kota. 

Yang namanya pelesir, pasti dibutuhkan komunikasi yang baik karena kami akan mengunjungi tempat-tempat tertentu. Ditambah lagi kami sedang puasa dan kondisi jalan pasti ramai karena hari ini hari Sabtu. Sudah pasti kesabaran dan konsentrasi dalam berbagai hal akan teruji. 

Ceritanya hari ini saya ingin pergi mengunjungi kampus kesayangan. Dengan kondisi jalan yang penuh dan suami yang tidak terlalu hapal jalan menuju kampus, alhasil saya harus selalu memberikan komando; kapan harus belok dan kemana arah yang kami tuju. Hari itu, kami berdua mengendarai motor dan cuaca mulai turun hujan. Dari awal saya sudah bilang pada pak suami agar jalan pelan-pelan. Namun, saya lupa mungkin pesan saya agar jalan pelan-pelan ini kurang jelas karena tidak disertai maksud yang jelas. Maksud saya adalah agar pak suami jalan pelan-pelan supaya mudah bagi saya untuk mengarahkan beliau kemana harus berbelok. Alhasil sempat beberapa kali pak suami salah ambil jalan dan salah belok. Akhirnya sayapun sadar dan sebelum pak suami mengambil jalan saya sudah wanti-wanti dari jauh dengan instruksi yang jelas (menurut saya)


Selanjutnya, ketika diperjalanan menuju rumah, ayah saya berpesan untuk membeli es pisang hijau sebagai takjil di rumah. Karena yakin kalau saya hanya bilang, 'a nanti belin es pisang ijo dulu, ya' pasti akan jadi mala petaka alias saya yang mangkel sendiri, akhirnya saya bilang begini pada pak suami, 'A, nanti mampir di sukor ya! Mau beli es pisang ijo. Aku gak tau tempatnya dimana tapi nanti aa jalan pelan-pelan aja ya.' 

Daaan, alhamdulillah misi terlaksana dengan baik sayapun tidak mangkel dibuatnya hihihi. 

Kesannya, ternyata latihan perharinya itu tidak bisa diduga kuantitasnya. Dan memang menantang sekali ya untuk berkomunikasi yang produktif dengan pasanga

Friday, 2 June 2017

10 Hari Komunikasi Produktif #Day2

6/02/2017 07:57:00 pm 0 Comments

 
Today is the second day of the challenge, and I started to realize that the hardest part is at the begining. Baru hari ke dua aja rasanya aduhaaaaai. Tantangan yang sebenarnya itu ya ternyata dari diri sendiri. Ini baru hari ke dua loh tapi rasanya sudah akan mogok :(

Mungkin yang menjadi sulit adalah intensitas bertemu suami yang terbilang agak jarang, juga kesibukan akan dunia pekerjaan masing-masing. Maka, waktu untuk melatihkan cara komunikasi yang Clear and Clarify itu agak sedikit menantang. 

Dan, ternyata prosesnya itu naik turun ya. Bisa dibilang, latihan di hari pertama berhasil. Keberhasilannya didukung oleh peluang berkomunikasinya yang banyak dan waktu yang santai. Di hari ke dua ini bisa dibilang gagal karena dua-duanya sudah kembali bekerja, jadinya saya sendiri banyak terdistraksi oleh urusan pekerjaan untuk berkomunikasi yang baik dengan suami. 

Hal yang terprediksi akan terjadipun terjadilah. Hari ini rencananya kami akan berangkat ke Bandung naik kereta. Saya sudah sampaikan bahwa jam pulang kerja saya untuk hari ini adalah pukul 6 petang. Namun mungkin informasi yang saya sampaikan tidak terlalu jelas, sehingga sedari pukul 5 petang suami sudah nangkring di depan kantor sambil harap-harap cemas kapan saya akan keluar kantor dan kapan kami akan membeli tiket kereta.


Ya, meskipun hari ini belum berhasil tapi setidaknya hari ini menjadi pengingat bagi saya untuk setidaknya selalu jelas dalam memberikan informasi pada pak suami.


Semangat untuk hari selanjutnya!!!

Thursday, 1 June 2017

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif

6/01/2017 10:21:00 pm 0 Comments
Bismillah....

Akhirnya naik kelas juga, akhirnya nulis di blog lagi, akhirnya, akhirnya, akhirnyaaaa. Banyak akhirnya. 
Yap, setelah sekian lama, akhirnya blog ini terisi kembali. Kalau bukan karena situasi tertentu, gak mungkin rasanya ini blog aktif kembali.

Anyway, hari ini tantangan pertama di kelas bunda sayang Institut Ibu Profesional. Tantangannya apa sih? Simple tapi menantang. Kami diminta untuk melatih pola komunikasi yang baik, baik dengan pasangan maupun dengan anak. Singkat cerita, karena kami belum memiliki anak akhirnya latihan komunikasi produktif dengan pasanganlah yang aku pilih.

 

Nah, tabel diatas merupakan isian rutin yang harus diisi untuk memenuhi tantangan 10 hari komunikasi produktif. Awalnya, bingung. Ini harus gimana sih? Kemudian setelah dijelaskan, dan memahami medan perang *ceilaaah* akhirnya paham (insyaallah) dan sayapun memilih untuk melatih point Clear & Clarify. 

Sebenarnya kalau diukur, pola komunikasi saya dan pasangan sudah cukup baik. Kami selalu berusaha untuk mengkomunikasikan hal-hal apapun yang terjadi. Baik masalah pribadi, keluarga dan keuangan. Hal ini sudah kami lakukan dari waktu pacaran dulu. Jadilah terbawa kebiasaan sampai kami menikah. Namun, meskipun begitu masih ada celah-celah yang kadang membuat saya dan suami berselisih paham mengenai maksud dan tujuan pembicaraan kami. Hal kecil contohnya, ketika saya dan beliau berselisih paham mengenai pekerjaan rumah.

Kadang, ketika lelah saya mungkin kurang terlalu jelas dalam mengutarakan maksud saya. Yaaa mungkin karena wanita ingin selalu dimengerti ya, jadi saya maunya pak suami ya sudah paham saja saya pengennya diperlakukan bagaimana. Tapi dasar pria, mereka memang tidak bisa membaca kode ya. 

Nah, saya sadari suami saya ini memang bukan tipe pembaca kode. Jadilah, point utama yang akan saya berusaha latihkan terlebih dulu adalah komunikasi yang Clear & Clarify.

Dan hari ini saya pilih sebagai hari permulaan.

Kebetulan hari ini libur, cuaca mendung dan pekerjaan rumah menumpuk. Saat sahur tadi saya berdiskusi dengan beliau mengenai kegiatan kami hari ini. Kemudian, saya utarakan maksud saya untuk bersih-bersih rumah namun saya tidak sanggup melakukannya sendiri. Belajar dari pengalaman dan memang sudah niat untuk berlatih, sayapun dengan hati-hati mengatakannya seperti ini, 

👩🏻: "A, hari ini sebelum ke mama kita bagi tugas gak apa? Aku gak sanggup ngerjainnya sendiri."
👱🏼: "Ok, aa tugasnya apa aja?"
👩🏻: (dalam hati, oke ini harus jelas nih penyampaiannya biar doi gak lupa)"Aku belum nyuci, nyapu, ngepel, nyetrika, dan jemur kain. Tapi aku juga harus masak. Jadi mungkin tugas nyetrika, nyuci sama masak aku aja ya?"
👱🏼: "Oke, aa sisanya ya."
👩🏻: "Apa aja cob?"
👱🏼: "Nyapu, ngepel sama jemur kain." 
👩🏻: "Sip!"

Dan, seharian ini alhamdulillah kami kompak bahu membahu membagi tugas dalam bersih-bersih rumah. Mungkin karena tugasnya simpel jadi suamiku pun bisa memahami maksudnya dengan baik.
Ada rasa puas dan senang ketika maksud kita dipahami oleh suami. Tantangan hari ini selesai dengan baik, semoga besok dan seterusnya pola komunikasinya semakin baik daaaan baik. ❤️
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow Us @soratemplates