Well, I've been away for too long. Susah memang untuk konsisten melaporkan setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan kami. Karena manajemen waktu yang masih berantakan, alhasil tertundalah sudah semua tugas yang harus disetorkan.
Dari awal akan melaksanakan tugas, saya sudah niatkan untuk berkomunikasi produktif yang Clear and Clarify dengan pak suami. Meskipun pada praktiknya masih tetap sulit untuk berkomunikasi produktif dengan beliau.
Hari ini jadwal mengajar saya tidak terlalu padat, dan sayapun bisa sebelum magrib tiba di rumah. Artinya sangat memungkinkan bagi saya untuk menyiapkan buka puasa di rumah. Sayapun mengabari pak suami bahwa saya akan masak dan menyiapkan menu untuk buka hari ini. Untuk senakin menyenangkan beliau saya tawari menu apa saja yang dia inginkan. Setelah sepakat, berangkatlah saya ke dapur dan siap-siap masak.
Namun, ditengah agenda saya memasak pak suami mengabari kalau ibu mertua akan buka sendiri di rumah. Karena ayah mertua saya sedang ada acara di kantor walikota. Spontanlah pak suami mengajak kami untuk berbuka di rumah mertua. Saat itu saya sempat dongkol, karena saya rasa saya sudah memberitakan agenda yang akan kami lalui hari ini. Mungkin pak suami lupa atau mungkin ada maksud pak suami yang tidak tersampaikan dibalik berita itu. Dengan menarik nafas panjang sayapun mengulangi lagi agenda yang sudah kami sepakati bersama. Pak suami kemudian menawarkan lagi untuk membawa masakan saya ke rumah ibu mertua. Saya jelaskan lagi saja kalau waktunya tidak memungkinkan karena siang menuju sore saya harus mengajar, apabila saya bawa siang ini masakannya belum siap semua. Artinya saya harus melanjutkan masak di rumah ibu mertua, syukur-syukur kalau keburu sampai sebelum magrib. Belum lagi pertimbangan bumbu dan peralatan yang akan saya bawa nanti ketempat memasak. Juga pertimbangan saya mengendarai motor.
Setelah di jelaskan seperti itu, akhirnya pak suami paham dan mengajak ibu mertua untuk berbuka bersama di rumah kami. Dan sayapun dapat melanjutkan agenda memasak saya dengan tenang.
Yang saya pelajari dari kejadian hari ini adalah, ternyata meskipun sudah di komunikasikan dengan jelas namun tetap cara komunikasi yang terbaik adalah berkomunikasi dengan lisan. Sebelumnya saya hanya mengomunikasikan agenda kami hari ini melalu pesan singkat. Sehingga sepertinya pak suami tidak terlalu paham maksud pesan saya. Dan, yang perlu berlatih untuk berkomunikasi produktif rasanya bukan hanya si istri saja. Pak suami pasti perlu untuk belajar berkomunikasi produktif dengan istrinya.




No comments:
Post a Comment