Thursday, 21 September 2017

Namanya, Shafina

9/21/2017 04:47:00 am 0 Comments
Ada satu murid TK ku yang sangat-sangat pendiam ketika di dalam kelas. Bahkan untuk mengikuti apa yang diucapkan gurupun tidak pernah. Disaat anak-anak yang lain bersemangat untuk menjawab apa yang diperlihatkan oleh guru, muridku ini hanya diam bungkam. Hmm, ini apa anaknya yang kurang paham atau bagaimana.

Tapi, beberapa pertemuan setelah materi pertama diberikan, anak ini mulai terdengar suaranya dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Oh ternyata, dia tipe pemerhati.

Belajar Lewat Gambar

9/21/2017 04:44:00 am 0 Comments
Nah, dikelas berikutnya yang juga memiliki karakter yang cukup sama, saya berusaha untuk menerapkan gaya belajar yang sama. Niatnua adalah untuk mengecek apakah anak-anak tersebut memiliki gaya belajar yang sama ataubtidak.

Tema belajar yang diangkat hari ini adalah warna dan objek jamak. Pertama saya mengenalkan beberapa objek dalam bahasa inggris terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengen warnanya. Setelah itu diulang lagi dengan menyebutkan objek dan warna dengan bersamaan. Misal Three yellow books. Pada tahap ini, beberapa anak tampaknkesulitan untuk mengikutibalur belajarnya.
Kemudian, saya menyiapkan kertas kosong danbmendikte benda beserta warna. Anak-anak harus menggambar benda tersebut dan mewarnainya langsung. Dan hasilnya, seru! 

Belajar Sambil Menggambar

9/21/2017 04:39:00 am 0 Comments
Kelas yang saya ajar kali ini anaknya sangat-sangat pendiam. Bahkan untuk bermain gamepun suaranya hanya satu dua yang kedengeran.  Menantang memang. Saya harus putar otak agar suasana belajar terasa menyenangkan dan tidak jenuh. Padahal, level mereka sudah cukup jauh diatas. Tapi saya masih kesulitan menemukan cara agar kelas ini jadi ramai suasananya.

Hari ini topiknya adalah binatang.

Sudah banyak gaya belajar yang saya terapkan sebelumnya, kebanyakan melalu TPR tapi itu juga tidak selamanya berhasil. Akhirnya, saya coba aktifitas baru yang kebanyakan anak-anak menyukainya. Menggambar.

Jadi, saya menyebutkan ciri-ciri binatang kemudian anak-anak harus menebak binatang apa itu dengan menggambarnya terlebih dahulu. Ternyata kebanyakan muridku yang pendiam itu memiliki gaya belajar visual-auditori. Ah, rasanya mengajar mereka tidak pernah semenyenangkan ini.

Wednesday, 13 September 2017

Untitled

9/13/2017 08:41:00 pm 0 Comments
Hari ini tidak ada progress perkembangan anak didik, karena hari ini mati lampu sehingga kelaspun dinliburkan. Padahal, saya sudah menyiapkan berbagai aktifitas untuk menyambut kreatifitas anak didik saya. 

Tuesday, 12 September 2017

They Just Love To Play

9/12/2017 09:16:00 pm 0 Comments
Sore  ini, saya menemukan tantangan baru bagi kelas yang saya ajar. Murid saya di kelas sore ini amat sangat pendiam. Padahal, level skill mereka sudah mencapai level menengah namun belum menunjukan perkembangan yang signifikan. 

Menulis, repot. Membaca, kesulitan. Apalagi berbicara. Lama saya cermati apa yang jadi kelemahan dan kekuatan kelas ini. Setelah 4 level saya lalui barulah saya paham kalau anak-anak ini memang sebenarnya tidak terlalu berbakat dalam urusan bahasa. Hanya satu atau dua anak saja yang menonjol sehingga yang lainnya tampak timpang.

Berpikir keras, saya harus putar otak mengenai kegiatan pembelajaran yang cocok untuk mereka. Termyata jawabannya simpel, mereka senang bermain.

Monday, 11 September 2017

Belajar Sambil Bernyanyai

9/11/2017 08:40:00 pm 0 Comments

Tantangan mengajar kelas hari ini adalah memiliki anak-anak yang super aktif dan senang tampil. Beberapa kali saya menyaksikan anak-anak yang asik bergerumul sambil bernyanyi-nyanyi. Alhasil, materi yang disampaikan pun terbatas karena waktu lebih banyak dihabiskan untuk mengkondisikan anak-anak.

Sore ini, materi yang diberikan adalah tentang angka. Hmmm harus putat otaknsupaya anak-anak paham dan ingat tentang angka dalam bahasa Inggris. Aha! Saya bikin lagu saja.

Sore ini pelajaran terasa menyenangkan karena anak-anak senang sekali mengaitkan pelajaran dengan lagu.

Sunday, 10 September 2017

Gaya Belajar Anak Bagian 1

9/10/2017 06:03:00 pm 0 Comments
Ada satu anak dari kelas hari Sabtu ku yang menarik perhatian. Anak ini dapat dengan mudah menyelesaikan tugas-tugas namun selalu mengulangi kesalahan yang sama padalah sudah diberikan stimulus berulang-ulang. Selama satu jam pelajaran saya perhatikan perkembangannya, dah Aha! Ternyata anak itu tidak bisa diam. 

Ketika saya menjelaskan materi, anak yang lain dapat duduk dengan tenang dan mengikuti. Namun, anak ini tidak. Pantatnya tidak bisa diam, terus saja dia bergeser kesana-kesini. Pantas saja ketika saya menjelaskN pokok materi, dia selalu salah memahami. 

Hari ini materinya tentang There is/are. Saya coba menerapkan hipotesa saya yaitu menerangkan di papan tulis sementar anak-anak duduk mendengarkan. Ketika tiba pada tahap pengulangan, anak yang menjadi perharian saya itu memang masih kurang memahami konsep yang diberikan. Tibalah pada tahap games. Saya memadukan game dengan TPR(Total Physical Responses) dimana anak akan banyak bergerak selagi belajar. Daaaan hasilnya, si anak ini dapat memahami materi dengan baik.

Saturday, 9 September 2017

Ternyata mereka itu..

9/09/2017 12:31:00 pm 0 Comments
Dihari ke tiga ini, saya mulai menggencarkan aksi memahami cara belajar anak didik saya. kebetulan siang ini saya memiliki satu kelas SD dengan rentang usia antara 6-8 tahun. Murid-murid di kelas saya siang ini terbilang cukup aktif dan dapat menyerap pelajaran dengan cukup baik. Meskipun begitu masih ada beberapa siswa yang kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

Dan, perhatian saya lebih ditujukan kepada anak-anak yang kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

Saya memahami bahwa kegiatan pembelajaran yang saya buat lebih banyak kepada tipe pembelajaran visual, karena paham saya anak-anak usia dini lebih tertarik pada gambar daripada tulisan. Meskipun tipe belajar ini cukup berhasil pada beberapa anak, namun dua murid saya ini masih kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

Friday, 8 September 2017

Aku Visual, Kamu? Part 2

9/08/2017 08:38:00 am 0 Comments
Setelah merenungi kelas mana saja yang akan saya jadikan sampel eksperimen, akhirnya saya memutuskan untuk mempraktekan pemahaman gaya belajar anak pada kelas SD saja. Karena saya hanya memiliki sedikit kelas SMP dan lebih banyak kelas SD.

Tantangan hari kedua ini saya mulai melakukan rekap administrasi perkembangan anak dari kelas-kelas yang saya pilih. Untungnya dalam setiap kelas hanya berisi 5-10 siswa, jadi saya tidak terlalu kerepotan dalam mengelola administrasinya.

Aku visual, kamu?

9/08/2017 08:35:00 am 0 Comments
Sebagai guru, yang juga orang tua murid di sekolah, sudah sangat wajib baginya untuk memahami gaya belajar anak didik. Agar materi yang disampaikan dapat mencapai target pembelajaran.

Sayapun berprofesi sebagai guru. Meskipun belum diamanahi anak kandung, tapi anak didik saya di tempat belajar merupakan amanah yang harus dijaga. Namun, tantangan memahami gaya belajar anak didik yang saya alami mungkin cukup berbeda. Karena saya bukan mengajar sekolah formal melaikan sekolah non formal. Dalam sehari kelas yang saya miliki bisa berbeda rentang usianya. Bisa dalam satu hari saya mengajar anak Tk sampai dewasa. Dan tantangan memahaminya pun pasti cukup sulit, mengingat pola pertemuan kelas yang hanya 2 kali dalam seminggu.

Untuk tantangan hari pertama ini, saya memutuskan untuk memilih kelas mana saja yang akan saya jadikan sampel eksperimen. Dari berbagai macam kelas yang saya miliki, setidaknya saya harus memiliki waktu untuk menyeleksinya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow Us @soratemplates