Kelas dimulai dengan me-review materi minggu lalu, penggunaan Diction pada poetry. Disini jelas sekali bahwa saya kurang terlalu memahami materi minggu lalu. Diksi pada puisi itu ada yang bersifat concrete dan abstract. Efek yang ditimbulkan dari penggunaan kedua diksi itu jelas berbeda. Dengan diksi yang concrete seorang pembaca akan dapat membayangkan isi atau jalan cerita dari sebuah puisi, dan penggambaran itu berlaku secara umum.
Sementara apabila suatu puisi menggunakan diksi yang abstark, maka yang terjadi adalah personal interpretation. Puisi tersebut cannot be visualized tapi lebih memunculkan emosi bagi si pembaca.
Lanjut ke bab berikutnya yaitu, character and setting.
Lagi, Pak Eki memberikan modeling mengenai apa itu character.
Dan lagi, disinilah masalah saya.
Sebenarnya saya mampu dan paham materi ini, tapi ada rasa takut yang akhirnya menjadikan tembok bagi saya untuk menyampaikan pemahaman saya. Haaah -_____-
Jadi karakter dalam puisi itu can be inside and outside the poem. Jika si-pembicara menceritakan apa yang terjadi tanpa mengetahui bagian dari pihak lain, maka si pembicara berada dalam puisi. Sebaliknya, jika si-pembicara mengetahui segala hal yang terjadi maka si pembicara berada di luar puisi.
kali ini kami berlatih menganalisis puisi Hello, Hello Henry (lagi)
Yang saya ingin tanyakan apakah mungkin dalam satu puisi terdapat pembicara yang berada baik di dalam dan di luar puisi?
Itu masih jadi pertanyaan yang mengeringi PR saya untuk minggu depan.




No comments:
Post a Comment