Saturday, 19 August 2017

Proyek Peduli Adik

8/19/2017 08:34:00 pm 0 Comments
Ternyata ditengah jalan mengerjakan family proyek ini ada saja hal yang membuat kami merubah ide ditengah jalan. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, kami sempat menemui jalan buntu mengenai family proyek yang akan kami lakukan. Karena kami baru hidup berdua dan belum memiliki keturunan. Rasanya impossible untuk memebuhi tugas ini.

Setelah memutar otak dan diskusi panjang dengan pak suami, pilihan kami jatuh pada proyek-proyek sederhana.

Dan salah satunya adalah proyek peduli adik kami yang sedang sakit.

Ibu mertua saya menghubungi beberapa hari lalu bahwa adik kami sedang sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Tanpa ba bi bu, berangkatlah saya dan pak suami ke rumah sakit. Ternyata adik kami telah lebib dulu dibawa ke rs oleh ibu kami. Dan berbagi tugaslah saya dan pak suami dalam mengantar, mengambil obat dan membeli makan untuk adik dan ibu.

Dua hari proyek ini kami laksanakan. Saya dan pak suami berbagi tugas siapa menjaga siapa. Kebanyakannya tugas saya adalah menjaga rumah dan pak suami yang lebih sering merawat adiknya sepulang kerja. 

Bersama lebih indah: Mendekor kamar

8/19/2017 08:29:00 pm 0 Comments
Wah ini sih proyek yang saya tunggu dari dulu dan akhirnya terealisasi. Siapa sih yang gak suka mendekor kamarnya? Apalagi pasangan pengantin baru ya kan?

Nah, kali ini saya dan pak suami berencana untuk mendekor kamar kami. Karena kami menempati rumah orang tua tentunya agak sukar ya membuatnya menjadi nyaman ditinggali. 

Dan dari awal menikah saya sudah memikirikan akan mendekor kamar kami seperti apa dengan ruang geser terbatas dan dana yang juga terbatas.

Pilihan kami adalah dengan mengecat ulang warna dasar kamar kami dan memindahkan posisi beberapa perabotan. Selain itu kami juga menambah beberapa ornamen seperti lampu tumblr dan dekorasi dinding.Hasilnya? Taraaaam





Mari kita sikat WC

8/19/2017 08:24:00 pm 0 Comments
Berhubung hari ini hari libur, saya dan pak suami setelah berolahraga memutuskan untuk menyikat wc bersama. Ya, karena kami berdu sibuk bekerja jadinya kegiatan menyikat wc agak sedikit terbengkalai. Dan berhubung wc kami menyatu dengan tempat cuci baju, akhirnya kami sepakat untuk membagi tugas dalam proyek membersihkan wc.

Saya bertugas untuk menuangkan cairan pembersih ke wc, pak suami kemudian bertugas menyikat bagian dalam wc. Setelahnya saya yang bertugas untuk menyikat tempat cuci baju.

Kamipun menghabiskan kurang lebih 45 menit untuk membersihkan kedua tempat tersebut bersama-sama.

Bersama membasmi tikus

8/19/2017 08:21:00 pm 0 Comments
Sebetulnya, proyek ini tidak masuk dalam rencaa proyek kami selama 10 hari ini. Karen awalnya memang kami ingin fokus untuk menjadikan diri kami lebih sehat dan bahagia. Tetapi, karena di rumah sedang krisis kebersihan jadilah hari ini kami dedikasikan untuk membasmi tikus di rumah.

Awal mula ceritanya terjadi ketika saya sedang sholat subuh tiba-tiba ada tikus loncat ke pangkuan saya. Kebayang kan segimana ngerinya saya saat itu? Dari sana, saya mengadu pada pak suami dan kamipun memberanikan dirj untuk mebasmi tikus sampai ke sarangnya.

Saya yang sangat jijik tikus, bertugas untuk memasang jerat tikus sementara pak suami mencari sarangnya si tikus. Dan ketemu! Ternyata selama ini si tikus bersarang di kasur bekas di kamar tempat saya biasa solat. Hiyyy

Setelah menemukan sarangnya pak suami dan saya (yang meskipun geli) memindahkan si kasur itu. Hyaaaaa geli asli!

Tapi sepertinya tak cukup sehari. Buktinya tikusnya masih sering wara-wiri.

Bersama lebih indah: Menjadi lebih sehat

8/19/2017 08:17:00 pm 0 Comments
Saya dan pak suami sudah lama mendambakan keturunan. Meskipun usia pernikahan kami baru menginjak satu tahun, tapi telinga kami cuku panas mendapati pertanyaan orang-orang mengenai keturunan.

Ternyata setelah kami cek, memang ada masalah dalam tubuh kami berdua. Dan, kamipun sempat terpuruk. Akhirnya kami menyusun proyek akbar kami yaitu untuk menjadi lebih sehat dan lebih dekat dengan sang khalik. 

Hari ini kami mulai dengan berolahraga dan mengurangi konsumsi makanan cepat saji, berlemak, bakso dan micin. 

Hmmm karena ini proyek besar semoga kami bisa konsisten dan bersabar.

Sunday, 13 August 2017

Bersama Lebih Indah: Mari masak

8/13/2017 07:16:00 pm 0 Comments


Hari ini, proyek yang saya dan pak suami lakukan adalah proyek sederhana. Masak bersama. 

Karena kami berdua masih dalam masa recovery setelah sakit yang melanda beberapa hari ini, jadilah saya dan pak suami membuat kegiatan masak makan siang sebagai proyek sederhana kami.

Agar proyeknya sedikit menantang dan asyik, saya minta ide pada pak suami masakan apa yang harus kami masak pada proyek sederhana ini. Pak suami kemudian muncul dengan ide masak Nasi TO alias Tutug Oncom. Karena memang masakan ini yang belum pernah saya masak selama menjadi istri beliau. Dan saya merasa tertantang akhirnya kamipun memulai proyek sederhana kami yaitu memasak nasi TO.

Proyek pun dimulai dengan mencari bahan di warung. Biar terasa kebersamaannya, saya bersama pak suami sama-sama pergi ke warung. Hahahaha. Tak apalah, biar romantis. Setelah bahan yang dicari kumplit, kembalilah kami ke dapur dan mulai memasak.

Pak suami kebagian mencuci sayur dan memasak nasi, saya kebagian mengulek bumbu dan mengeksekusi TO. Karena pak suami orang sunda asli, maka tugas eksekusi rasa sudah pasti tugas pak suami.

Asyik juga ternyata masak bersama pak suami. Biasanya saya sendiri yang pak pik puk masak di dapur buat beliau. Pak suami juga baik sekali tanpa disuruh sudah paham harus melakukan apa saja. Dan nasi TO proyek sederhana kami hari ini, terasa lezat sekali karena dibumbui oleh cinta.

Saturday, 12 August 2017

Bersama lebih indah: Bebersih Kolam

8/12/2017 06:15:00 pm 0 Comments


Yeaaaay, weekend pun tiba! Saatnya proyek beberes rumah kami naikan levelnya ke level yang lebih sukar. Kalau untuk bebersih rumah dasar (nyapu, ngepel, lap-lap furniture) sudah jadi agenda rutin mingguan kami. Dan kamipun sudah berbagi tanggung jawab untuk kegiatan ini. Maka, proyek beberes kali ini beralih misi yaitu bebersih kolam ikan. 

Yep.
Saya sudah bayangkan kalau kegiatan ini pasti bakalan seru banget karena saya orangnya gelian dan pak suami orangnya gemesan. Hahahaha. Membayangkannya saja saya udah geli sendiri.

Malam sebelumnya, saya dan pak suami berdiskusi mengenai tugas kami untuk bebersih kolam hari ini. Awalnya pak suami menawarkan agar saya yang kebagian mindah-mindahin ikan. Saya awalnya menolak karena dalam pikiran saya, saya harus mindahin ikannya pakai tangan! Noooo!!! Tapi kemudian suami tertawa dan bilang bahwa saya pasti lupa kalau kami punya jaring ikan. Yasudahlah saya setuju dengan catatan pak suami juga ikut membantu heheh. Setelah sepakat dengan job desc kami masing-masing, hari yang ditunggu pun datang juga.

Pagi-pagi, sebelum ritual bebersih rumah di lakukan, kami sudah siap-siap di depan kolam ikan untuk membersihkan si kolam. Satu-persatu ikan kami jaring dan dipindahlan ke ember, meskipun pakai jaring saya masih geli sendiri melihatnya hiyyyy! Kemudian, air kolam kami kuras bersama-sama. Pak suami masuk ke dalam kolam saya kuras dari luar saja.

Setelahnya, bersama pak suami kami menggosok kolam ikan. Wow, ternyata kotor juga ya! Setelah selesai, kami isi kembali air kolam dan memasukan kembali ikan-ikan. Ternyata, tidak sulit ya. Hanya karena kelihatannya ribet jadi tugas membersihkan kolam ini selalu dibebankan kepada tukang. Hahaha, ternyata asik juga.

Friday, 11 August 2017

Bersama Lebih Indah Bagian 2

8/11/2017 08:58:00 am 0 Comments


Hari kedua family project kami, seneng sih tapi sempet bingung juga karena kondisi saya dan pak suami dua-duanya sedang tidak fit. Padahal sudah ada rencana besar family project kami selama weekend ini akan ngapain aja. Cuma sepertinya badan tidak mengijinkan, jadilah saya putar otak harus mengerjakan apa yang bisa dikerjakan cepat dan bersama-sama.

Perhatian saya bertumpu pada tumpukan foto prewed dan nikah kami yang masih bertumpuk disudut ruangan. Wah, sepertinya projek beberes dan dekor rumah bisa dimulai dari sekarang. Mengingat kondisi saya dan pak suami yang sedang udzur akhirnya saya dan pak suami sepakat bahwa proyek kami hari ini hanyalah menyusun foto-foto kami di dinding rumah agar terlihat cantik dan aesthetic.

Yang kami lakukan pertama adalah mesortir foto dengan tema yang sama. Kemudian kami atur susunannya agar terlihat aesthetic, kami susun terlebih dahulu diatas lantai. Selanjutnya, berhubung kami pasangan baru dan belum punya bekal perkakas ini itu, pak suamipun bertugas membeli palu dan paku ke toko bangunan di sebrang perum. Daan, sebelum jumatan selesailah proyek kecil sederhana kami ini.

Meskipun belum bisa melakukan proyek besar dan panjang, tapi melakukan suatu hal bersama-sama suami itu ternyata memang lebih indah ya. 

Thursday, 10 August 2017

Bersama lebih indah: Family Project Bunda Sayang

8/10/2017 10:31:00 am 0 Comments
Kalau diminta mikirin family project apa yang cocok buat pasangan baru menikah dan masih berdua, hmmm kayaknya banyak ya! Ketika pertama kali membaca tantangan di level 3 ini, saya sempet bingung lah wong cuma berdua. Tapi ternyata bisa juga kok dilakukan berdua saja dengan pak suami. 

Nah, ditantangan hari pertama ini, karena kami juga sibuk bekerja dua-duanya, jadi family project kami mulai dari hal yang kecil dan sederhana tapi tidak memakan banyak waktu. Yaitu: Pasang Umbul-Umbul dan Bendera 17an. 

Yeeep, projek yang membutuhkan kerjasama dan komunikasi yang baik antara suami dan istri. Tugas saya adalah membeli bendera dan umbul-umbul, tugas pak suami adalah memasang keduanya di halaman rumah kami. Dengan ditemani saya sebagai mandornya tentunya. Dan projek ini merupakan kali pertama kami lakukan seumur hidup. Yesss!! Makanya saya rasa projek ini harus dimasukan dan bermanfaat.

Thursday, 3 August 2017

Belajar Mandiri Bagian 2

8/03/2017 02:09:00 pm 0 Comments
Kalau 5 hari kemarin giliran saya yang harus berlatih mandiri agar tidak tidur dengan diusapin pak suami. Nah, 5 hari sekarang giliran pak suami yang belajar mandiri simpan handuk sendiri. Hal kecil tapi lama-lama bikin mata ini jengah juga. 

Jadi, pak suami itu tiap habis mandi, handuknya gak pernah di jemur rapi. Dia biarkan aja menggantung diatas jemuran handuk. hasilnya, handuknya susah kering dan handuk lain juga ikutan gak kering-kering. Belum lagi kalau mau ambil atau simpan handuk, saya harus rapikan dulu handuk beliau.

Kemudian saya tantang pak suami, bisa gak dia mandiri merapikan handuknya tanpa aku bantu rapikan. Dia bilang, ayo siapa takut.

HARI PERTAMA

Saya sudah siap-siap nih, kira-kira pak suami lupa gak ya. Saya sudah stand by nungguin pak suami selesai mandi dan pengen liat reaksinya melakukan tantangan hari pertama. Ternyataaaaa doi masih nyimpan handuknya sembarangan. Beuuuh, siap-siap saya omelin. tapi ah, tak tahan dulu. Tak ingatkan lagi kalau hari ini sudah mulai tantangannya.

HARI KEDUA

Saya sudah siap-siap lagi dan mulai gusar, apa pak suami luap atau ingat tantangannya. Semenit, dua menit, setia saya tunggui pak suami di depan kamar mandi. Begitu dia buka pintunya (mungkin juga karena saya nungguin ya hahaha) langsunglah pak suami nyeletuk, "eh iya, hampir lupa." Nah kaaaaan. Tapi meskipun begitu pak suami berhasil merapikan handuknya di tempat handuk horeee.

HARI KETIGA

Nah, hari ketiga ini agak tricky nih. Kebetulan tadi pagi saya tidak sempat memperhatikan pak suami apakah menrapikan handuknya sendiri apa tidak karena saya berangkat lebih pagi dari beliau. Namun, dijalan pulang saya waspada, kalau pak suami yang sampai lebih dulu di rumah bisa saja handuknya sudah dia rapikan duluan. tapi kalau saya yang lebih dulu sampai di rumah apakah handuknya sudah rapi?????
Dan sampailah saya d rumah, pak suami ternyata sudah tiba di rumah. Saya intip sejenak handuknya daaaaan ternyata rapi. Duh terharuuu. Ya meskipun mungkin pak suami rapikan pas saya akan sampai rumah tapi seenggaknya itu handuk rapi deh.

HARI KEEMPAT

Hari ini hujan lumayan lebat, hasilnya kami berdua malas mandi. Sudah tarik-tarikan siapa yg mandi duluan akhirnya saya duluan yang mandi. Karena hujan, suhu udara jadi dingin. Gak sanggup saya lama-lama handukan. Begitu pakai baju langsung saya lempar aja handuknya. Ternyata hari ini malah saya yang lalai. Pak suami protes. Handuk dia malah rapi tapi handuk saya berantakan hahaha.

HARI KELIMA

Sampailah di hari ke lima. Pak suami girangnya bukan main, katanya gak usah jadi kayak narapidana tiap selesai mandi karena ditungguin sama saya. haha. Tapi yang saya lihat pak suami mulai tumbuh kesadarnnya untuk merapikan handuknya sendiri setelah mandi. Ya meskipun singkat, tapi latihan mandirinya ternyata ada manfaatnya ya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow Us @soratemplates