Friday, 14 July 2017

Jadi Istri Mandiri

7/14/2017 07:11:00 pm 0 Comments

Dulu, saya mengukur diri saya sebagai pribadi yang cukup mandiri. Setidaknya saya dapat melakukan hal-hal yang berbau pribadi secara mandiri. Mungkin karena saya sudah dituntut untuk mandiri sedari kecil, sehingga rasanya asing jika saya tidak melakukan segala hal dengan sendiri.

Namun ternyata, ada bagian besar diri saya yang terkubur akibat sikap dituntut mandiri dari kecil ini. Saya ternyata sangat manja. Awalnya saya tidak menyadari bahwa bagian diri ini terkubur sekian lama dan siap meledak suatu waktu. Namun, setelah menikah sifat manja itu secara agresif muncul pada diri saya. Meskipun sebagian besar diri saya masih terukur mandiri, namun tidak bisa dipungkiri bahwa saya sangat manja pada suami saya. Salah satunya yang berubah dan menjadi kebiasaan adalah saya tidak bisa tidur jika pak suami tidak mengusap-usap punggung saya.

Yep. Hal sepele tapi dampaknya besar. Saya akui kalau kebiasaan baru ini sudah menyatu menjadi kebiasaan. Hasilnya, saya memang tidak bisa tidur tanpa diusap-usap punggungnya oleh pak suami. Sering kali ketika pak suami tugas keluar kota, saya menemukan diri saya terbangun tiap tengah malam. Malah pernah saya tidak bisa tidur sama sekali karena tidak ada pak suami yang mengusap-usap punggung saya. 

Karena hal ini dirasa cukup menganggu maka pak suami dan saya sepakat untuk melatih saya agar kembali mandiri untuk urusan tidur di malam hari. 

Aaaaaad here goes the challenge....

HARI PERTAMA

Hari pertama setelah memutuskan untuk memulai tantangan ini, pak suami langsung terlelap tidur di samping saya. Mungkin pak suami kesenangan karena tidak harus menghabiskan malamnya mengusap-usap punggung saya sampai saya tertidur barulah beliau tidur. Ketika pak suami sudah lelap dalam tidurnya, saya ternyata masih terjaga dan berusaha untuk tidur. Meskipun agak sulit, saya pun tertidur. Namun saya ingat terbangun beberapa kali ditengah malam. 
Bisa dikatakan pada malam pertama ini saya masih kesulitan untuk tidur mandiri tanpa diusap-usap oleh suami.

HARI KEDUA

Ternyata rasanya luaaaarrr biasa menyiksa ya mencoba tidur mandiri tanpa diusap-usap oleh pak suami. Beberapa kali saya terbangun tengah malam meskipun tidak sesering malam pertama sih. Tapi seenggaknya saya berhasil tidur meskipun itu sulit sekali.

HARI KETIGA

Hari ketiga ini saya pikir saya sudah cukup mandiri untuk tidur tanpa usapan dari pak suami. Entah memang faktor kelelahan sehingga saya tidurnya ya lelap-lelap saja. Pak suami tentu sangat bahagia karena jatah tidurnya jadi lebih panjang tanpa harus menunggu saya tertidur dahulu baru dia tertidur. Hmmm, kita lihat dihari besok apa saya masih bisa konsisten tidak ya.

HARI KEEMPAT

Huaaaaaa, hari ini sungguh amat sangat melelahkaaan! Lelah hati dan pikiran. Rasanyaaaa belaian pak suami itu sesuatu yang bener-bener paling dibutuhkan agar bisa tidur terlelap. Tapi ah aku harus mandiri. Meskipun usapan pak suami itu tempting sekali, aku menguatkan hati kalau tanpa diusapun aku bisa tidur. Hamadallah bisa tertidur dengan membayangkan hal-hal indah dan menyenangkan.

HARI KELIMA

Yeay! malam ini aku bisa tidur tanpa usapan pak suami. 5 hari kutargetkan untuk bisa tidur tanpa diusap-usap pak suami alhamdulillah malam ini bener-bener bisa tidur nyenyak tanpa diusap pak suami. Hmmm masih ada beberapa hari tersisa, saatnya untuk melanjutkan ke tantangan kemandirian lainnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow Us @soratemplates