Wednesday, 28 March 2012

# colege

Di kelas belajar merayu

Don't judge a book by it's cover kali ini berlaku lagi. Siapa sangka teman-teman sekelas saya yang tampaknya pendiam ternyata memiliki bakat dalam menyulam baris-baris kata menjadi syair yang syahdu dan rayuan yang bisa membuat hati tergelitik. Dan lampiran yang ada dibawah ini merupakan buah karya asli teman-teman saya yang ketika dibaca kadang membuat saya tergelak sendiri :D


Punya Tenad :
Kita adalah dua orang
yang sengaja bertemu
untuk membayar
rindu yang tak kunjung lunas
di setiap jeda percakapan kita.

Punya Debi :
You are the Bermua triangle
to which i’m inhaled
and cannot escape.
You are my gravity
in which i’m palled
Yes, you are my center of the earth.

Punya Hani :
Wangi semerbak tubuh membuatku
berlabuh di udara karenanya
hati yang lalu membuatku berlayar melagu cinta
kulit yang mulus memberi tabrakan halus di setiap sentuhnya
sepasang mata yang indah, ah....aku tenggelam dalam cinta.

Punya nunun :
Tak dapat ku bendung,
jerit kerinduan yang menyayat hati
tak apat ku ungkap, tak dapat ku ucap.
                                Termangu aku disudut kegelapan diantara tetesan kesunyian,
                                sepi aku sendiri terbalut ego kerinduan yang menyelimuti sanubari.
Kini malampun kian tak menampakan jutaan percikan cahaya.
Dan kini kerinduanku hanya bertemankan tiupan angin yang menusuk
Setiap ruas-ruas tulang rusukku, menanti hadirnya kehangatan disetiap percikan cahaya, kasihmu

Punya Widia :
Aku sudah merasakan manis saat merindu
Aku sudah merasakan pahit saat sapaan tak terbalas
Aku sudah merasakan asin atas air mata yang mengalir
Aku sudah merasakan asam dalam hati yang cemburu
Kini aku merasakan rasa yang lain
Rasa yang dapat menepis rinduku
Rasa yang selalu menyapaku
Rasa yang mencegah air mataku
Rasa yang membuatku tak cemburu
Rasa itu adalah cintamu.



                

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow Us @soratemplates